banner 728x250

Bupati Kolaka Pimpin  Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah

  • Bagikan

ULASSULTRA.COM-Bupati Kolaka H. Amry, S.STP.,M.Si, memimpin agenda High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kolaka yang membahas perkembangan inflasi daerah serta langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan ketersediaan gas LPG di wilayah Kabupaten Kolaka. Senin, (22/06)

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara Edwin Permadi, Asisten II Setda Kolaka, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pertanian, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Dalam arahannya, Bupati Kolaka menyoroti kondisi kelangkaan tabung gas LPG yang sempat terjadi di sejumlah wilayah dan menjadi perhatian masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan harga sembilan bahan pokok agar tetap stabil dan terjangkau.

“Pengendalian inflasi harus menjadi perhatian bersama sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat maupun menjadi polemik yang berkembang di media sosial.” Tegasnya

Bupati juga menyampaikan bahwa selain melalui pelaksanaan pasar murah, pemerintah daerah perlu menyusun strategi jangka panjang yang dapat dijadikan acuan dalam pengendalian inflasi.

Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi harga kebutuhan pokok yang berada di luar kendali pemerintah daerah. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah antisipatif yang terukur agar stabilitas harga dan pasokan dapat terus terjaga di masa mendatang.

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa Kabupaten Kolaka memiliki potensi besar melalui keberadaan sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di daerah, seperti Pabrik Smelter Merah Putih (PSM), PT Antam, PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP), dan PT Ceria Nugraha Indotama.

“Potensi tersebut diharapkan dapat dioptimalkan melalui kolaborasi dan dukungan terhadap program-program pengendalian inflasi, termasuk dalam menjaga ketersediaan bahan pokok dan mendukung kegiatan pasar murah bagi masyarakat.” Ujarnya

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, menyampaikan bahwa pengendalian inflasi merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, salah satu fokus utama saat ini adalah memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi sembilan bahan pokok serta gas LPG agar tidak kembali mengalami kelangkaan.

“Bank Indonesia siap memfasilitasi berbagai bentuk kerja sama, termasuk penyelenggaraan pasar murah dan penguatan program pengendalian inflasi daerah guna menjaga stabilitas ekonomi serta daya beli masyarakat Kabupaten Kolaka.” tandasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *