ULASSULTRA.COM-Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., mendampingi Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, meninjau langsung pelaksanaan program Sekolah Rakyat di kawasan Sentra Meohai, Kelurahan Lepo-Lepo, serta melihat progres pembangunan gedung permanen di Abeli Dalam, Selasa (26/5/2026).
Kunjungan kerja ini dilakukan untuk memastikan program afirmasi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem tersebut berjalan optimal, sekaligus mengecek kesiapan seluruh fasilitas penunjang proses belajar mengajar.
Saat berada di lokasi Sentra Meohai Lepo-Lepo, Gubernur bersama Wali Kota menyambangi ruang kelas tingkat SMP dan berdialog langsung dengan para siswa. Suasana hangat terlihat ketika Andi Sumangerukka berdiskusi dengan peserta didik mengenai latar belakang keluarga hingga pengalaman mereka selama menempuh pendidikan berbasis asrama di Sekolah Rakyat.
Usai meninjau ruang belajar, rombongan bergerak memeriksa sejumlah fasilitas penunjang vital, mulai dari laboratorium komputer, perpustakaan, Klinik Pratama, hingga asrama siswa. Sepanjang peninjauan, Wali Kota Kendari intens berdiskusi dengan Gubernur terkait kondisi riil fasilitas di lapangan serta kebutuhan pengembangan program ke depan.
Dalam keterangannya, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan langkah konkret pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan struktural melalui intervensi pendidikan dan pembentukan karakter.
“Di sini mereka dibiasakan hidup tertib, rapi, disiplin, dan rajin. Dari pembiasaan positif itulah nantinya akan lahir perubahan pola hidup yang jauh lebih baik,” ujar Gubernur Sultra.
Ia mengaku puas melihat kondisi lingkungan sekolah yang bersih, tertata, serta kedisiplinan yang ditunjukkan para siswa.
“Alhamdulillah, saya lihat anak-anak sangat kerasan dan senang berada di sini. Lingkungannya juga bersih dan tertib,” tambahnya.
Sebagai informasi, pada tahap awal ini, Sekolah Rakyat di Kendari telah menampung 49 siswa tingkat SMP yang terdiri atas 30 laki-laki dan 19 perempuan. Sementara itu, untuk tingkat SD dan SMA, masing-masing direncanakan menampung 50 peserta didik. Untuk sementara waktu, aktivitas belajar tingkat SD dan SMA masih memanfaatkan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) sembari menunggu rampungnya pembangunan gedung utama.
Usai dari Lepo-Lepo, peninjauan dilanjutkan ke kawasan Abeli Dalam untuk melihat progres pembangunan fisik gedung permanen Sekolah Rakyat. Berdasarkan laporan teknis di lapangan, progres pembangunan saat ini telah mencapai angka 67 persen.
Gubernur menjelaskan bahwa meski ketersediaan material bangunan relatif aman, pengerjaan di lapangan sedikit terkendala keterbatasan tenaga kerja. Kendati demikian, proyek ini terus dipacu demi mengejar target penyelesaian pada Juli hingga Agustus 2026 mendatang.
“Pekerjaan bahkan dilakukan lembur hingga jam satu malam untuk percepatan. Namun, saya tekankan bahwa kualitas bangunan harus tetap dijaga dengan baik,” tegas Andi Sumangerukka.
Sementara itu, Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., menyatakan bahwa Pemerintah Kota Kendari mendukung penuh keberlanjutan program Sekolah Rakyat ini karena mampu memperluas akses pendidikan bermutu bagi masyarakat rentan.
Menurut Wali Kota Siska, sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota menjadi kunci utama agar program ini dapat memberikan dampak instan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Kendari.
Program Sekolah Rakyat sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam menghadirkan pendidikan gratis terintegrasi, lengkap dengan fasilitas asrama, pemenuhan gizi, layanan kesehatan, hingga pembinaan karakter khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. (*)















