ULASSULTRA.COM-Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc memimpin rapat penting terkait Reviu Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perangkat Daerah yang diselenggarakan oleh Inspektorat Daerah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai II Kantor Wali Kota Baubau pada Senin (11/05/2026).
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu menyoroti keterlambatan pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang menjadi keluhan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Karena itu, proses administrasi dipercepat guna memastikan kesejahteraan pegawai tetap terjaga.
Diungkapkan,Pemerintah Daerah berupaya agar TPP dapat dicairkan lebih rutin, setidaknya setiap tiga bulan sekali. Namun, kendala utama saat ini terletak pada lambatnya penyetoran data dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kepada pihak Inspektorat.
“Kita sudah berada di pertengahan triwulan kedua. Saya tahu penilaian IKU agak lambat, dan ini sebenarnya bergantung pada kinerja kita sendiri. ASN di luar sana tidak tahu kerumitan birokrasinya; yang mereka tahu ini adalah kebijakan Wali Kota. Padahal, Wali Kota tidak bisa menetapkan secara subjektif tanpa dasar data yang kuat,” tegasnya.

Wa Ode Hamsinah Bolu juga mengingatkan para kepala OPD untuk tidak memperlambat proses ini, mengingat banyak staf dan ASN yang sangat bergantung pada tunjangan tersebut untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Selain masalah kecepatan, rapat tersebut juga membahas kondisi fiskal daerah. Di tengah upaya efisiensi anggaran, Wakil Wali Kota Baubau memberikan pesan jujur mengenai besaran TPP ke depannya. Oleh sebab itu, para ASN untuk bersikap realistis mengingat kemampuan anggaran daerah yang cenderung menurun.
“Jangan mengharapkan TPP naik karena anggaran kita menurun. Jika nanti nominalnya berkurang, saya harap ini diterima dengan ikhlas. Kita harus tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Saat anggaran berkurang, kita harus tetap punya stok yang cukup untuk memastikan masyarakat terlayani dengan baik,”ungkapnya.
Ditambahkan, meski ada efisiensi, Pemerintah Kota Baubau berkomitmen untuk tetap memberikan reward atau penghargaan yang pantas bagi pegawai yang menunjukkan dedikasi tinggi. Hal ini dilakukan agar motivasi kerja ASN tidak luntur meskipun daerah tengah melakukan pengetatan anggaran.
Wakil Wali Kota Baubau berharap seluruh OPD segera melakukan langkah konkret dalam perbaikan data kinerja agar hak-hak pegawai dapat segera tersalurkan tanpa hambatan birokrasi yang berlarut-larut. (*)














