banner 728x250

Pemkot Baubau Siapkan Intervensi Untuk Petani Terdampak Kemarau dan El Nino

  • Bagikan

ULASSULTRA.COM-Musim kemarau dan fenomena El Nino di Kota Baubau mendapat perhatian serius dari Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE. Bahkan, orang nomor satu di Kota Baubau ini meninjau langsung kondisi areal persawahan yang terdampak musim kemarau dan fenomena El Nino di wilayah Kecamatan Bungi dan Kecamatan Lea-Lea pada Rabu (26/08/2026).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau Ibnu Wahid, ST, MM dalam siaran persnya Rabu (26/08/2026) mengungkapkan, peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi tanaman pangan, khususnya padi sawah, sekaligus memastikan langkah intervensi pemerintah daerah bagi kelompok tani yang terdampak kekeringan.

Menurutnya, Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE melihat langsung kondisi tanaman padi dan sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan sawah. Hal ini menunjukkan antusiasme untuk memberikan dukungan kepada para petani yang terdampak, termasuk kemungkinan penyediaan mesin Alkon yang dapat digunakan untuk memompa air dari sumber air di sekitar Bendungan Wonco 1 dan Wonco 2 menuju areal persawahan.

Diungkapkan, berdasarkan hasil peninjauan, areal persawahan yang terdampak kekeringan mencapai sekitar 26 hektare. Kondisi lahan terdampak tidak berada dalam satu hamparan secara keseluruhan, melainkan tersebar pada sejumlah lokasi dan kelompok tani.

Dikatakan, Wali Kota Baubau juga meminta kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau agar melakukan identifikasi secara cermat terhadap kelompok tani dan petani yang benar-benar terdampak serta memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan. Data tersebut penting agar dukungan pemerintah dapat diberikan secara tepat sasaran melalui pendanaan Pemerintah Kota Baubau.

“Pemerintah harus hadir dan melihat langsung kondisi masyarakat, terutama para petani yang terdampak kekeringan. Kita akan melihat apa yang bisa diintervensi pemerintah agar tanaman padi mereka tetap bisa diselamatkan dan produksi pertanian tetap terjaga,”katanya mengutip pernyataan Wali Kota Baubau.

Ditambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Baubau dalam meminimalisir dampak kekeringan terhadap produksi pertanian, khususnya tanaman padi sawah. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan tanaman sekaligus mencegah semakin luasnya dampak kerugian yang dialami petani.

Lebih lanjut dijelaskan, selain menjaga stabilitas produksi pangan, perhatian pemerintah terhadap kondisi petani diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Kehadiran langsung Wali Kota di lokasi juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah sekaligus memberikan keyakinan kepada petani bahwa Pemerintah Kota Baubau tidak tinggal diam dalam merespons dampak kekeringan yang mereka hadapi.

“Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan selanjutnya akan melakukan pendataan dan verifikasi terhadap kelompok tani terdampak sebagai dasar dalam menentukan bentuk bantuan dan intervensi yang paling dibutuhkan di lapangan,”tutupnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *