banner 728x250

Wali Kota Kendari Luncurkan Tiga Program Strategis Kendalikan Inflasi Daerah

  • Bagikan

ULASSULTRA.COM-Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui peluncuran program Sinergi Optimal Gerakan Pengendalian Inflasi 2026. Langkah besar ini diresmikan dalam Rapat Koordinasi Pangan bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, di Aula Kantor BI Sultra, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, perwakilan Anggota DPRD Kota Kendari, serta pejabat dari Pemerintah Kabupaten Konawe dan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan sebagai mitra strategis daerah. Hadir pula unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta para pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Kendari.

Dalam arahannya, Wali Kota Siska Karina Imran menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas tertinggi pemerintahannya guna menjamin kesejahteraan masyarakat.

“Persoalan pangan bukan hanya soal konsumsi, tetapi menyangkut stabilitas ekonomi, daya beli masyarakat, bahkan keamanan daerah,” tegas Wali Kota Siska.

Sinergi antara Pemkot Kendari dan BI Sultra ini menghasilkan tiga program konkret sebagai pilar kendali inflasi tahun 2026. Pertama, PKK Kasoami (Keluarga Adaptif, Sehat, Optimal Mengendalikan Inflasi) yang menyasar kemandirian rumah tangga. Kedua, Sekolah HEBAT (Hijau, Edukatif, dan Berkarakter) yang mengintegrasikan edukasi pertanian di lingkungan sekolah.

Pilar ketiga adalah penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan wilayah produsen seperti Kabupaten Konawe dan Konawe Selatan. Skema ini dirancang khusus untuk memotong rantai distribusi yang panjang guna menjamin ketersediaan stok dan harga yang tetap terkendali di tingkat pasar.

Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah taktis Pemkot Kendari. Ia menilai penguatan sistem pangan dari hulu hingga hilir menjadi langkah krusial dalam menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan. Sejalan dengan itu, Wali Kota mengingatkan agar setiap poin kerja sama memberikan dampak nyata bagi warga.

“Kerja sama ini harus berdampak langsung pada harga di pasar. Jangan berhenti hanya sebagai dokumen,” ujar Wali Kota saat memberikan instruksi kepada para pemangku kepentingan.

Upaya sistematis ini terbukti efektif, tercermin dari angka inflasi Kota Kendari pada Maret 2026 yang stabil di angka 2,95%. Guna memperkuat capaian tersebut, Wali Kota juga mendorong hilirisasi pertanian di wilayah Baruga dan Amohalo melalui reaktivasi fasilitas penggilingan padi, guna memastikan kemandirian pangan tetap terjaga menyambut agenda internasional mendatang. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *