ULASSULTRA.COM-Kota Baubau masuk nominasi nasional. Setelah sukses melewati tahapan presentasi awal, kini tim dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi data terkait kinerja Kepala Daerah dalam upaya penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan kemiskinan.
Dalam keterangan persnya pada Senin (08/04/2026), Analis SDMA Ahli Pertama BSKDN Kemendagri, Raheldin Rosrith Fraidy Aiyal, S.IP, M.Tr.IP, didampingi Penata Keprotokolan, Sukma Amalia Nur Shalsabilla, S.Tr.IP, menjelaskan, kunjungan ke Baubau merupakan tahap krusial setelah wawancara daring dengan Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc sebelumnya. “Kami memastikan apakah dokumen yang dipaparkan kemarin sesuai dengan fakta di lapangan. Di wilayah Sulawesi, hanya ada tiga daerah yang masuk tahap ini, yaitu Provinsi Sulteng, Kabupaten Kolaka, dan Kota Baubau. Sejauh verifikasi kami, penurunan angka pengangguran di Baubau sangat signifikan,” ujarnya.
Raheldin juga mengapresiasi berbagai inovasi lokal, salah satunya aplikasi Layanan Konseling Karier Tenaga Kerja (LAKORETE) yang memudahkan pekerja melapor secara mandiri dan mempercepat penerbitan kartu kerja oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker).
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Baubau Drs Hj Amalia, M.Si mengungkapkan, kebanggaannya atas posisi Kota Baubau yang berhasil menyisihkan kota-kota besar lainnya di regional Sulawesi. “Dari regional Sulawesi, ada lima kota yang bersaing ketat, yakni Makassar, Kendari, Bitung, Palopo, dan Baubau. Alhamdulillah, kita keluar sebagai daerah terbaik untuk regional Sulawesi kategori kota,” ungkapnya.
Ditambahkan, keberhasilan ini didasarkan pada data baseline tahun 2022, di mana angka pengangguran terbuka yang semula berada di angka 8% berhasil ditekan hingga menyentuh angka 6%. Dan kunci keberhasilan Kota Baubau terletak pada kolaborasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dimana penurunan pengangguran tidak hanya bertumpu pada Dinsosnaker, tetapi didukung sedikitnya oleh 6 OPD teknis lainnya diantaranya Dinas Perindagkop dan UKM yang fokus pada pelatihan UMKM, Dinas Perikanan fokus pada pemberian bantuan peralatan bagi nelayan. Selain itu, untuk dukungan Fiskal dimana Pemkot Baubau mengalokasikan 1,7% dari total APBD khusus untuk sektor penyerapan tenaga kerja.
”Dengan verifikasi lapangan ini, Pemerintah Kota Baubau optimis dapat meraih penghargaan tertinggi dari Kemendagri sebagai daerah terbaik dalam tata kelola penurunan pengangguran nasional,”tutupnya. (*)




